BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 1 dinyatakan bahwa Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya ditegaskan di dalam pasal 28 ayat 3 bahwa Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi professional, dan Kompetensi sosial.
Dalam rangka peningkatan kualifikasi dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, Pemerintah Indonesia beserta Pemerintah Belanda dan Bank Dunia menyepakati untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading). Program ini difokuskan pada upaya peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Sumber pendanaan program berasal dari Pemerintah Belanda (melalui Dutch Trust Fund) dan Bank Dunia (pinjaman lunak melalui IDA Credit dan IBRD Loan), serta dana pendampingan yang berasal dari Pemerintah Pusat Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Balitbang Depdiknas dan Pemerintah Daerah.
Kelompok Kerja Guru Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng merupakan salah satu cluster yang ikut menyelenggarakan program BERMUTU dan mendapatkan Dana Bantuan Langsung Program BERMUTU. Pada saat ini kegiatan yang sudah dilaksanakan di KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng adalah kegiatan dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru peserta secara kolaboratif melalui kajian pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan menuju terciptanya komunitas belajar di sekolah dan di KKG. Pengkajian pembelajaran yang dimaksud adalah suatu pengkajian menggunakan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas), Lesson Study dan Case Study.
Adapun tahapan pelaksanaan kegiatannya dimulai dari kajian pengajaran, identifikasi masalah, penyusunan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, pengumpulan dan analisis data, refleksi dan tindak lanjut, sampai dengan pelaporannya. Untuk memperkaya khasanah penelitian tindakan kelas, pendekatan kolaboratif dalam tahap perencanaan, pelaksanaan perbaikan pembelajaran, dan refleksi dalam model Lesson Study diintegrasikan ke dalam Belajar Model BERMUTU. Selain itu, digunakan juga teknik studi kasus (Case Study) sebagai alat untuk mengumpulkan data dalam observasi dan refleksi. Selain hal tersebut untuk mendukung dan memperlancar pelaksanaan dan pelaporan kegiatan program BERMUTU, peserta juga dibekali dengan keterampilan ICT.
Sebagaimana dalam proposal yang telah disepakati maka kegiatan KKG Gugus sekolah I Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang adalah meningkatkan professional guru melalui Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas) dengan menggunakan case study sebagai sarana mengidentifikasi masalah dan refleksi serta Lesson Study sebagai upaya meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru terhadap berbagai macam model pembelajaran. Sehingga sangatlah tepat apabila kegiatan dalam KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng ini mengambil tema “Peningkatkan Professional Guru Melalui Classroom Action Research (CAR)”
B. Tujuan Program
Kegiatan peningkatkan professional guru melalui kegiatan Classroom Action Research di wilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang melalui program BERMUTU ini mempunyai tujuan:
- Meningkatkan keterampilan guru untuk menulis Case Study sebagai upaya untuk mengidentifikasi masalah pembelajaran yang kemudian dapat dipecahkan melalui Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).
- Meningkatkan kemampuan membaca atau menganalisis bacaan secara kritis untuk mengasah kepekaan guru peserta dalam menangkap isi bacaan/artikel ilmiah.
- Meningkatkan kompetensi guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan penilaian autentik melalui kegiatan Lesson Study.
- Meningkatkan kemampuan guru untuk melakukan observasi pembelajaran dan dan diskusi refleksi terhadap masalah-masalah pembelajaran.
- Meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan ICT.
C. Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan melalui kegiatan Program BERMUTU pada KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng adalah:
- Tersusunnya minimal satu buah Case Study untuk masing-masing peserta sebagai sarana untuk mengidentifikasi masalah.
- Tersusunnya minimal satu buah laporan kajian kritis untuk masing-masing peserta yang mengkaji artikel PTK.
- Terselesaikannya dua perangkat pembelajaran (kelas tematik dan kelas atas) meliputi RPP, media pembelajaran dan alat evaluasi yang disusun secara kolaboratif sebagai wujud pelaksanaan Lesson Study pada tahapan Plan.
- Terselesaikannya satu laporan observasi pembelajaran untuk masing-masing peserta.
- Meningkatnya kompetensi guru dalam memanfaatkan ICT dengan dibuktikan satu hasil powerpoint, dan satu e-mail untuk masing-masing peserta.
D. Sasaran
Yang menjadi sasaran kegiatan program BERMUTU pada KKG gugus Sekolah I Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang ini adalah guru-guru di wilayah Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng.
Sekolah Dasar yang menjadi anggota diwilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng adalah: SDN Bareng I-III (Sebagai SD Inti), dengan SD Imbas: SDN Bareng II, SDN Mojotengah I, SDN Mojotengah II, SDN Mundusewu I, SDN Mundusewu III, SDN Tebel I, SDN Tebel II, SDN Kebondalem I-II, dan SDN Kebondalem III.
Adapun jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 41 orang dengan penyebaran kelas I sampai dengan kelas VI secara merata.
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM
A. Tempat
Seluruh kegiatan KKG gugus sekolah I berpusat di SDN Bareng III yang beralamatkan di Jln.A.yani No 53 Bareng Jombang sebagai pusat kegiatan guru (PKG). Pemilihan tempat ini didasarkan pada pertimbangan bahwa SDN Bareng III sebagai SD Inti memiliki fasilitas gedung dan sarana yang memadai bagi terlaksananya kegiatan KKG.
B. Waktu
Kegiatan program BERMUTU pada KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng dimulai tanggal 22 Oktober 2009 dan berakhir tanggal 21 Nopember 2009. Adapun rincian kegiatannya adalah sebagai berikut:
| No | Tanggal | Uraian Kegiatan | Tempat | Keterangan |
| 1 | 22 Oktober 2009 | In Servis Hari ke-1 | SDN Bareng III | Materi Kegiatan:KTSP, Model-model Pembelajaran, Perangkat Pembelajaran, Lesson Study,Case Study, PTK, dan Kajian Kritis |
| 2 | 23 Oktober 2009 | In Servis Hari ke-2 | SDN Bareng III | |
| 3 | 24 Oktober 2009 | In Servis Hari ke-3 | SDN Bareng III | |
| 4 | 28 Oktober 2009 | Pengenalan Pola BERMUTU | SDN Bareng III | Hasil Test:Pengertian PTK, Case Study, Lesson Study, dan hubungannya. |
| 5 | 31 Oktober 2009 | Identifikasi Masalah | SDN Bareng III | Hasil Kerja:Case Study dan Kajian Kritis |
| 6 | 4 Nopember 2009 | Perencanaan Tindakan | SDN Bareng III | Hasil Kerja:RPP Tematik dan Kelas V |
| 7 | 11 Nopember 2009 | Pelaksanaan Tindakan | SDN Bareng III | Hasil Kerja:Laporan ObservasiPembelajaran |
| 8 | 12 Nopember 2009 | Analisis dan Interpretasi | SDN Bareng III | Hasil Kerja:Portofolio Pengolahan Data |
| 9 | 14 Nopember 2009 | Refleksi dan Tindak Lanjut | SDN Bareng III | Hasil Kerja:Deskripsi hasil refleksi dan rencana tindak lanjut. |
| 10 | 20 Nopember 2009 | ICT 1 | Lab Komputer SMAN 3 Jomb | Hasil Kerja:Documen Word: Case StudyPower point : Pembelajaran |
| 11 | 21 Nopember 2009 | ICT 2 | Lab Komputer SMAN 3 Jomb | Hasil Kerja:E-mail pes |
C. Kegiatan
Program BERMUTU yang dilaksanakan pada tahun 2009 diwilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng dengan SDN Bareng III sebagai SD Inti dan pusat kegiatan guru. Kegiatan tersebut dikelola akan dikelola sepenuhnya oleh kepengurusan KKG. Dalam melaksanakan tugasnya pengurus berpedoman pada AD/ART KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng dan persyaratan-persyaratan program terkait kerjasama antara KKG dengan LPMP dalam pemberian dana bantuan langsung.
Kegiatan sosialisasi dan workshop di gugus sekolah I Kecamatan Bareng menggunakan metode ceramah bervariasi, diskusi, dan tugas mandiri. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari Kegiatan Tersruktur dan Tugas Mandiri dengan Bahan Belajar Mandiri sebagai pedoman pelaksanaan bagi guru pemandu dan guru peserta. Semua kegiatan di KKG gugus sekolah I Kecamatan Bareng menggunakan prinsip pembelajaran orang dewasa. Pada akhir kegiatan masing-masing anggota KKG dapat menghasilkan 1 buah Case Study, kajian kritis, dan Laporan Observasi Pembelajaran.
Dalam kegiatan penulisan case study semua peserta antusias untuk menuliskan pengalamannya selama proses pembelajaran ke dalam bentuk narasi. Kebanyakan peserta menuliskan kalimat-kalimat yang memang diucapkan oleh siswa secara alamiah tanpa di edit, sehingga case study yang dihasilkan menarik untuk dibaca. (Case Study dapat di akses melalui http://kkgbareng.wordpress.com)
Pada kegiatan open class, sengaja direkam dengan kamera video sehingga tahapan-tahapan pembelajaran dan keaktifan siswa dapat diamati dan dikupas tuntas dalam proses diskusi refleksi (DVD Pembelajarannya ada pada lampiran)
Kegiatan ICT tidak dapat dilaksanakan di SDN Bareng III Kecamatan Bareng sebagai Pusat Kegiatan Guru karena keterbatasan fasilitas sarana laboratorium komputer sehingga kegiatan ICT dilaksanakan di SMA Negeri 3 Jombang.
D. Penggunaan Dana
Penggunaan dana program BERMUTU tahap 1 sebesar Rp 13.500.000,- (tiga belas juta lima ratus ribu rupiah) secara rinci dipergunakan sebagai berikut:
| NO | KEGIATAN | VOL | SATUAN | SATUAN BIAYA | JUMLAH |
| A | Administrasi dan Managemen Organisasi | ||||
| 1 | Alat Tulis Kantor | 1 | KKG | Rp 400,000 | Rp 400,000 |
| 2 | Materai | 12 | lembar | Rp 6,000 | Rp 72,000 |
| B | Kegiatan In Servis | ||||
| 1 | Spanduk Kegiatan | 1 | set | Rp 120,000 | Rp 120,000 |
| 2 | ATK Peserta | 41 | Peserta | Rp 20,000 | Rp 820,000 |
| 3 | ATK Fasilitator | 1 | orang | Rp 150,000 | Rp 150,000 |
| 4 | Print out dan Jilid Materi In Servis | 1 | KKG | Rp 77,000 | Rp 77,000 |
| 5 | Materi In Servis | 41 | Peserta | Rp 23,000 | Rp 943,000 |
| 6 | Konsumsi Peserta | 3×41 | Peserta | Rp 25,000 | Rp 3,075,000 |
| 7 | Transport Fasilitator | 3 | hari | Rp 50,000 | Rp 150,000 |
| 8 | Uang Saku Fasilitator | 3 | hari | Rp 150,000 | Rp 450,000 |
| 9 | Konsumsi Fasilitator | 3 | hari | Rp 25,000 | Rp 75,000 |
| 10 | Foto Kegiatan | 3×5 | lembar | Rp 5,000 | Rp 75,000 |
| C. | Kegiatan Rutin | ||||
| 1 | Print out master dan jilid materi Generik PTK | 1 | KKG | Rp 110,600 | Rp 110,600 |
| 2 | Pengadaan Materi Generik PTK | 41 | Peserta | Rp 31,400 | Rp 1,287,400 |
| 3 | Print out master dan jilid materi ICT | 1 | Peserta | Rp 107,000 | Rp 107,000 |
| 4 | Pengadaan Materi ICT | 41 | Peserta | Rp 30,500 | Rp 1,250,500 |
| 5 | Tranport Fasilitator | 8 | Hari | Rp 50,000 | Rp 400,000 |
| 6 | Uang Saku Fasilitator | 8 | hari | Rp 150,000 | Rp 1,200,000 |
| 7 | Konsumsi Fasilitator | 8 | hari | Rp 25,000 | Rp 200,000 |
| 8 | Foto Kegiatan | 8×5 | lembar | Rp 5,000 | Rp 200,000 |
| 9 | Shooting Kegiatan Open Class | 1 | hari | Rp 500,000 | Rp 500,000 |
| 10 | Penggandaan DVD Open Class | 12 | set | Rp 20,000 | Rp 240,000 |
| 11 | Sewa Laboratorium Komputer | 2 | hari | Rp 500,000 | Rp 1,000,000 |
| 12 | Foto Copy Artikel untuk Kajian Kritis | 41 | Peserta | Rp 3,000 | Rp 123,000 |
| 13 | Foto Copy RPP untuk Open Class | 41 | Peserta | Rp 1,500 | Rp 61,500 |
| D | Koordinasi, Publikasi, dan Pelaporan | ||||
| 1 | Transport Koordinasi Ke LPMP | 1 | hari | Rp 150,000 | Rp 150,000 |
| 2 | Transport Monitoring dan evaluasi | 3 | orang | Rp 50,000 | Rp 150,000 |
| 3 | Pembuatan Blog (Word Press), Face book | 1 | KKG | Rp - | Rp - |
| Jumlah Pengeluaran DBL Tahap I | Rp13,387,000 |
E. Masalah yang Di Hadapi
Permasalahan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan program BERMUTU ini adalah keterbatasan waktu, sehingga peserta merasakan tugas mandiri dan tugas struktur sebagai beban yang memberatkan. Hal ini cukup dirasakan oleh peserta KKG karena tugas mereka di sekolah yang juga tidak sedikit, apalagi pada bulan Oktober dan Nopember 2009 merupakan pekan Ulangan Tengah Semester. Karena permasalahan ini tugas-tugas tersrtuktur yang dihasilkan pserta KKG menjadi kurang optimal.
Perbedaan kompetensi peserta juga menjadi permasalahan bagi guru pemandu untuk melaksanakan program kegiatan. Perbedaan tersebut meliputi perbedaan tingkat pendidikan, perbedaan kemampuan memanfaatkan ICT, dan perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap PTK.
Keterbatasan sarana di SD Inti terkait dengan laboratorium komputer menjadikan kegiatan ICT tidak dapat dilaksanakan di SDN Bareng III sebagai Pusat Kegiatan Guru. Disamping itu SD Inti juga belum memiliki kamera video untuk merekam proses kegiatan KKG utamanya pada proses Open Class.
F. Upaya Pemecahan Masalah
Sampai saat ini belum ada solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan keterbatasan waktu, pengurus KKG dan guru pemandu hanya dapat memberikan motivasi dan dorongan sehingga tugas-tugas mandiri dan terstruktur menjadi beban yang memberatkan peserta. Pengurus juga memberikan bimbingan dan bantuan pengetikan terhadap peserta yang belum menguasai penggunaan ICT dalam penyelesaian tugas-tugasnya.
Untuk mengatasi perbedaan kompetensi peserta KKG, pengurus dan guru pemandu mengadakan matrikulasi pada tahap In Servis sehingga dapat mengurangi kesenjangan perbedaan pemahaman peserta terhadap PTK dan ICT.
Permasalahan keterbatasan sarana computer dan kamera video sampai saat ini hanya dapat diselesaikan dengan cara sewa, hal ini dilakukan oleh pengurus karena dua hal ini merupakan hal yang urgen dan benar-benar harus dilaksanakan.
BAB III
HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN
Pada kegiatan tahap I program BERMUTU di KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang yang sudah menghasilkan:
A. Case Study
Case study atau studi kasus adalah rangkuman pengalaman pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh seorang guru/dosen dalam praktik pembelajaran mereka di kelas. Pengalaman tersebut memberikan contoh nyata tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru pada saat mereka melaksanakan pembelajaran. Gunanya adalah melalui pengkajian case study dalam pembelajaran dengan segala komponennya, para guru dapat melakukan evaluasi diri (self evalution), dapat memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan praktik pembelajaran mereka di kelas. Bagi para calon guru, kajian terhadap case study akan dapat membuka wawasan mereka terhadap pembelajaran dan menanamkan konsep bagaimana seharusnya pembelajaran itu berlangsung.
Dalam kegiatan ini setiap peserta KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng sudah menghasilkan minimal satu buah case study. Menulis pengalaman ke dalam bentuk case study merupakan pengalaman baru dan menyenangkan bagi guru peserta KKG, mereka dapat menuangkan perasaan kegembiraannya atas keberhasilan dalam pembelajaran ataupun pengalaman menyedihkan dalam pembelajaran. Dari case study yang disusun guru peserta tersebut guru peserta berlatih untuk mengidentifikasi masalah yang kemudian diangkat menjadi masalah dalam PTK.
B. Kajian Kritis
Kajian kritis merupakan kegiatan untuk memahami isi bacaan dengan menganalisis pokok pikiran setiap alinea/paragraf dan menangkap makna pesan yang terkandung dalam bacaan.
Dalam kegiatan ini peserta diberikan pilihan beberapa artikel PTK dan diberikan tugas untuk mengkaji isi artikel yang sudah dibaca. Hasil dari kegiatan in I adalah terselesaikannya laporan kajian kritis untuk masing-masing anggota 1 buah.
C. Perangkat Pembelajaran
Pada kegiatan perencanaan tindakan peserta di bagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok tematik yang anggotanya adalah guru kelas I, II, III dan kelas atas yang anggotanya guru kelas IV, V, dan VI. Masing-masing kelompok melakukan kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi penyusunan RPP, media pembelajaran dan alat evaluasi. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif antara guru-guru dan pengawas TK/SD.
Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya dua perangkat pembelajaran yang kemudian dipraktekkan oleh guru model dalam kegiatan open class.
D. Lembar Obervasi Pembelajaran
Pada kegiatan open class yang dilaksanakan pada tanggal 11 Nopember 2009, masing-masing peserta mengobservasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru model. Fokus dari kegiatan pengamatan ini adalah aktivitas siswa, tetapi hal itu tidak mungkin terlepas dari kegiatan yang dilakukan oleh guru.
Hasil kegiatan ini adalah terselesaikannya laporan observasi pembelajaran tiap peserta satu laporan.
E. Porto Folio Peserta
Selain hal diatas dalam setiap pertemuan terdapat lembar kerja peserta untuk mengarahkan kepada ketercapaian tujuan pembelajaran. Lembar kerja ini disusun dalam satu dokumen portofolio peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah portofolio peserta KKG.
BAB IV
RANGKUMAN HASIL EVALUASI MANDIRI
A. Deskripsi Sebelum dilaksanakan Program BERMUTU
Sebelum pelaksanaan program BERMUTU secara umum guru-guru di wilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng kurang memahami prosedur penelitian tindakan kelas, hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian awal kami bahwa 91 dari 101 (90%) guru di wilayah KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng belum dapat menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Bahkan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dialami guru dalam proses pembelajaran saja guru-guru di wilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng masih merasa kesulitan.
Berdasarkan data evaluasi awal didapatkan informasi bahwa selama ini guru-guru enggan untuk memanfaatkan komputer dalam melaksanakan tugasnya meskipun di sekolah sudah ada perangkat komputer, hal ini disebabkan karena mereka tidak bisa mengoperasikan komputer dan ada perasaan takut apabila komputer digunakan akan rusak.
Minat guru untuk mencari dan membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan pembelajaran sangat kurang sehingga buku-buku tentang pembelajaran di sekolah hamper tidak tersentuh.
B. Evaluasi Mandiri Setelah Pelaksanaan Program BERMUTU
Setelah dilaksanakannya program BERMUTU, guru-guru di wilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng merasa termotivasi untuk memperbaiki pembelajarannya dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan mereka diawali dengan menulis case study sebagai pijakan awal dalam mengidentifikasi masalah pembelajaran. Menurut beberapa Kepala Sekolah motivasi guru-guru utamanya sasaran program BERMUTU untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya sangat tinggi. Bahkan Pengawas TK/SD juga dapat menilai perkembangan kreativitas dan pola berpikir guru-guru dengan adanya program BERMUTU.
Di sekolah-sekolah wilayah gugus sekolah I Kecamatan Bareng ada upaya mengubah model pembelajarannya dari konvensional menjadi PAKEM. Paradigma pembelajaran behavioristik mulai ditinggalkan, guru-guru mulai melaksanakan pembelajaran yang kontruktivisme. Ini disebabkan karena pengetahuan dan pemahaman mereka tentang metode-metode pembelajaran yang terus bertambah dengan adanya program BERMUTU.
Dengan dikenalkannya ICT dan melalui beberapa latihan mengoperasikan komputer terdapat perubahan yang cukup signifikan, guru-guru yang sebelumnya takut dan enggan menggunakan komputer mulai ada kemauan dan keberanian untuk mengoperasikan komputer. Mereka terlihat mengerjakan tugas-tugas dalam program BERMUTU dengan mengetik sendiri. Meskipun hasilnya kerjanya tampak belum baik misalnya penataan paragraf dan spasi, namun hal ini merupakan perkembangan yang positif dalam pemanfaatan komputer.
Buku-buku tentang pembelajaran yang sebelumnya hanya tersimpan mulai diminati dan dibaca oleh guru, hal ini terkait dengan tugas mencari model-model pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Secara umum hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah terhadap peningkatan kompetensi guru dengan adanya Program BERMUTU menyatakan bahwa program BERMUTU dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran.
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
Dari paparan yang sudah diuraikan dalam bab sebelumnya dapat disimpulkan:
- Pelaksanaan program BERMUTU di Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng sudah sesuai dengan program BERMUTU.
- Dana Bantuan Langsung Program BERMUTU dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh KKG Gugus Sekolah I Kecamatan Bareng bagi peningkatan kompetensi guru khususnya dalam menyusun Case Study melaksanakan Lesson Study berbasis KKG, dan Penelitian Tindakan Kelas.
- Hasil yang diharapkan dalam program BERMUTU di gugus sekolah I Kecamatan Bareng yaitu 1 buah Case Study untuk masing-masing peserta, 1 buah kajian kritis untuk masing-masing peserta, dan 1 buah laporan observasi pembelajaran dapat tercapai. (Case Study dapat diakses melalui http://kkgbareng.wordpress.com)
- Dengan program bermutu ada perubahan yang cukup signifikan terhadap cara mengajar guru, dari konvensional menjadi PAKEM.
B. Rekomendasi
Dengan melihat dampak yang sangat positif dengan adanya program BERMUTU di gugus sekolah I Kecamatan Bareng maka kami mohon kiranya pihak LPMP melanjutkan pemberian Dana Bantuan Langsung pada tahap ke-2, sehingga harapan kami agar seluruh peserta program dapat menyusun PTK dapat kami wujudkan.




